Terkait Nama SUS Gegebage, Dada Serahkan Kepada Masyarakat
Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage
akan diresmikan pada akhir Desember ini. Namun hingga kini, penamaan
stadion tersebut masih menjadi perdebatan.
Beberapa waktu lalu sempat muncul nama
Gelora ROsada untuk SUS Gedebage. Nama tersebut mengundang pro dan
kontra di kalangan publik Bandung. Terkait hal tersebut, Walikota
Bandung Dada Rosada menganggapnya wajar sebagai sebuah dinamika di
masyarakat.
“Saya mah nerima aja lah. Biasa
dinamika. Ini kan proyek besar, kalau besar seperti ini kan, orang
memilikinya juga besar. Pro-kontra pasti ada, ini dinamika. Maka saya
serahkan aja pada masyarakat, nanti kan masyarakat yang menentukan,”
ujar Dada saat ditemui tengah meninjau SUS Gedebage, Jumat (14/9) sore.
Dada memaparkan bahwa masyarakat terbagi
dua menjadi kelompok yang pro dan kontra atas wacana penamaan Gelora
Rosada. Jika lebih banyak masyarakat yang setuju terhadap nama tersebut,
maka kelompok yang menentang harus bisa menerima hal tersebut.
“Karena masyarakat juga kan terbagi dua,
ada yang pro dan kontra. Kalau lebih banyak yang konta, berarti nama
yang diajukan bisa tidak tercapai dan diganti nama lain. Tapi kalau
misalnya yang pro-nya lebih banyak, ya ini yang tidak setuju harus
setuju kepada orang yang lebih banyak, yang menginginkan nama yang
diinginkan,” papar Dada.
Mengenai mekanisme penentuan nama
stadion megah berkapasitas 38 ribu tempat duduk ini, Dada menyerahkannya
kepada DPRD Kota Bandung yang memiliki wewenang. Dada pun belum
mengetahui kapan DPRD akan memutuskan untuk memilih nama untuk stadion
tersebut.
“Saya tidak bisa memaksa lembaga DPRD.
Kalau saya memaksa kan seolah saya yang ingin nama. Sebenarnya ga ada
kaitannya, karena itu nama belakang saya aja. Kalau Rosada di Quran juga
ada kan?” ucap Dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar